Selasa, 30 Juli 2013

Menghilangkan Komedo dengan Air Perasan Jeruk

Filled under:


Komedo merupakan salah satu masalah kulit yang umum dirasakan oleh banyak orang. Komedo adalah pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau tertutup. Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit dan biasanya seringkali terdapat di hidung.

Perasan jeruk
(oden-houseware.com)

Ada berbagai cara untuk mengobati jerawat. Salah satunya dengan memakai perasan jeruk lemon. Lemon dapat digunakan sebagai 'scrub' wajah, lapor Boldsky.

Caranya, campurkan gula pasir dengan perasan jeruk lemon. Pulaskan pada area hidung sambil dipijat lembut lalu bilas dengan air dingin.

Cara lainnya ialah dengan menggunakan irisan jeruk lemon yang diusapkan di sekitar hidung yang terdapat komedonya. Usap dengan lembut sekitar tiga sampai empat menit, lalu bilas dengan air dingin. Lakukan ini dua kali sehari, bila Anda memiliki komedo dalam jumlah banyak.

Selain itu, campuran antara sari jeruk lemon dengan putih telur dapat menjadi masker wajah untuk menghilangkan komedo. Campurkan beberapa tetes sari jeruk lemon dengan satu sendok putih telur. Lalu balurkan pada wajah dan biarkan mengering. Saat sudah terasa kering dan keras, bersihkan wajah Anda dan basuh dengan air dingin.

Selamat mencoba


Sumber : Vemalecom

Posted By Unknown10.03

Senin, 29 Juli 2013

Memilih Alat Penggorengan

Filled under:

Alat untuk menggoreng yang biasa disebut wajan atau kuali terdiri dari bermacam jenis, bentuk umumnya bulat cekung dan mempunyai dua kuping pegangan di pinggirannya. Ukurannya bermacam-macam, mulai garis tengah 10cm sampai 100cm. Bahannya juga bermacam-macam. Sebelum ke toko membelinya, mari kita kenali dulu beberapa jenis penggorengan di bawah ini.
  • Wajan dari besi, warnanya hitam, kuat dan berat. Wajan ini banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional. Karena ia terbuat dari besi, maka seringkali cepat berkarat jika tidak dirawat dengan tepat. Biasanya lengket jika dipakai menggoreng ikan.
  • Wajan dari besi berlapis email. Wajan jenis ini baik digunakan untuk menggoreng ikan. Lapisan email membuat wajan ini mudah dibersihkan. Tapi lapisannya tidak larut dalam masakan. Hanya bila dipakai pada masakan tertentu akan lengket dan gosong.
  • Wajan aluminum, warnanya putih karena terbuat dari aluminium. Kita harus memilih wajan yang lebih tebal supaya lebih tahan lama dan lebih cepat panas. Tidak baik untuk memasak makanan yang mengandung asam karena aluminium akan larut dalam asam yang dipanaskan. Cara membersihkannya dengan sabun atau abu gosok, sambil ditekan kuat menggunakan serabut baja (steel wool).
Kuali alumunium
(oden-houseware.com)
  • Gerabah (wajan dari tanah liat), tidak dianjurkan menggoreng dengan minyak di wajan jenis ini. Sebaiknya digunakan untuk menyangrai atau memasak.
  • Besi antikarat (stainles steel) wajan ini bentuknya ada yang seperti panci, biasanya digunakan untuk menggoreng kentang atau masakan yang berlapis tepung. Berhati-hatilah memakai wajan ini karena mudah mengalirkan panas dan masakan mudah gosong dan sering lengket.
    Wajan besi/stailess steel
    (oden-houseware.com)

  • Besi lapis teflon, wajan ini aman dipakai selama lapisan teflonnya masih melekat. Gunakan sendok yang tidak menggores melukai lapisan teflon, sebab bisa sudah tergores lapisan selanjutnya mudah lepas/larut pada masakan. Untuk mencucinya pakailah karet busa atau bahan yang halus.
Wajan berlapis teflon
(oden-houseware.com)


Sumber : Dian Rakyat

Posted By Unknown09.33

Sabtu, 27 Juli 2013

Ampas Parutan Kelapa Bisa Tangkal Kromium

Filled under:

JAKARTA - Santan kelapa kerap digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan. Sayangnya, ampas parutan kelapa yang telah diambil sarinya itu hanya dibuang begitu saja atau digunakan untuk campuran pakan ternak.
Parutan stainless
(oden-houseware.com)
Melihat hal tersebut, dua mahasiswa program studi (prodi) Kimia Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) hadir dengan solusi berbeda. Raden Wahid Hanafi dan Nenny Widiani memanfaatkan ampas parutan kelapa sebagai adsorben ion logam berat Cr(III) atau kromium.

Menurut Wahid, ion logam Cr(III) merupakan logam berbahaya bagi kesehatan. Ion logam Cr(III) banyak dihasilkan dari limbah buangan hasil industri electroplating dan penyamakan kulit. Ion logam Cr(III) tidak dapat dicerna oleh tubuh dan bila masuk dalam tubuh manusia pada jumlah tertentu dapat menimbulkan penyakit berbahaya.

"Upaya pengendalian limbah logam berat Cr(III) ini sudah banyak dilakukan. Berbagai adsorben telah dimanfaatkan untuk mengurangi kandungan Cr(III) dalam limbah, namun hasilnya belum memuaskan. Sehingga masih diperlukan adsorben dari bahan atau material baru seperti ampas kelapa," ujar Wahid, seperti dikutip dari situs UNY, Rabu (19/6/2013).

Tahap pembuatan adsorben serbuk ampas kelapa, lanjutnya, dibagi menjadi dua tahap. Pertama, pembuatan arang ampas kelapa menggunakan metode sangrai, kemudian pengayakan arang ampas kelapa dengan menggunakan ayakan 50 mesh.

"Ampas kelapa digunakan sebagai adsorben karena mengandung selulola, manan, dan galaktomanan. Pada selulosa dan galaktomanan terdapat situs aktif yang mampu mengikat ion logam berat. Selain itu, ampas kelapa mempunyai pori-pori yang dapat menjebak ion logam berat," jelasnya.

Setelah pembuatan arang dengan memanfaatkan ampas kelapa, maka tahapan selanjutnya yakni menyerap logam berat Cr(III) dengan arang tersebut. Berdasarkan penelitian tersebut, ampas kelapa yang dibuat menjadi arang dapat digunakan secara efektif untuk mengadsorpsi ion logam berat Cr(III) pada konsentrasi 100 ppm dengan konsentrasi Cr(III) terserap sebesar 94,046 ppm dan daya serapnya sebesar 2,351 mg/g.
(mrg)

Posted By Unknown08.58