Rabu, 24 Juli 2013

Setrika listrik

Filled under:

Setrika listrik adalah peralatan listrik rumah tangga yang digolongkan dalam peralatan pemanas berdaya rendah.

Setrika NI-V100N Panasonic
(oden-houseware.com)

Jenis dari setrika listrik antara lain :
a. Setrika listrik jinjing (portable)

  • Tanpa pengatur panas 
  • Dengan pengatur panas (otomatis) 
  • Dengan uap air

b. Setrika listrik besar

  • Roll iron
  • Pres iron


Pada umumnya setrika listrik portable banyak dipakai untuk keperluan rumah tangga, sedangkan setrika listrik yang besar seperti roll iron dan press iron banyak dipakai di hotel-hotel, di rumah sakit dan binatu.

Prinsip kerja setrika listrik adalah mengubah energi listrik menjadi energi panas melalui elemen pemanas dimana panas yang dihasilkan dikumpulkan oleh besi pengumpul panas yang kemudian melalui gosokan diteruskan pada objek yang akan disetrika.

Bagian-bagian utama dari setrika listrik terdiri dari :
a. Elemen panas
b. Besi pengumpul panas
c. Besi pemberat
d. Tutup dan pemegang seterika
e. Terminal dan kabel penghubung
f. Pengatur panas (untuk setrika otomatis)
g. Pompa air (untuk setrika dengan uap air)

A. Elemen panas 
Sebagai sumber panas setrika listrik digunakan elemen pemanas berupa kawat nikelin berbentuk pipih yang dililitkan pada lembaran mika yang dibentuk sedemikian rupa sesuai bentuk alas setrika, sehingga panasnya dapat tersebar merata. Elemen pemanas ini terisolasi terhadap badan setrika.
Pada setrika listrik model yang lain, kawat nikelin digulung menyerupai bentuk spiral dan dimasukkan dalam selongsong/pipa sebagai pelindung. Agar arus listrik tidak mengalir kebadan setrika, antara spiral nikelin dengan pipa disekat/diisolasi dengan bahan oksida magnesium. Pada seterika model yang lama, spiral nikelin diberi selongsong dari bahan keramik/batu tahan api sebagai pelindung dan sekaligus sebagai isolator.

B. Besi pengumpul panas 
Besi pengumpul panas atau yang sekaligus sebagai bagian dasar/alas dari setrika, berbentuk plate yang dilapisi bahan anti karat dan anti lengket, dan bagian ini harus selalu bersih karena langsung dengan objek yang disetrika (pakaian).

C. Besi pemberat 
Pada setrika yang lama, dilengkapi dengan besi pemberat, karena daya rata-rata setrika listrik 350 watt, sedang objek/bahan yang disetrika kebanyakan dari jenis katun, yang pelicinannya memerlukan tekanan yang cukup kuat.
Setrika listrik model yang lebih baru, tidak lagi dilengkapi dengan besi pemberat, dengan alasan bahwa objek/bahan yang disetrika sudah banyak bahan dari jenis sintetis dan lebih lembut.

D. Tutup dan pemegang setrika
Tutup setrika gunanya untuk melindungi bagian dalam setrika yang dialiri arus listrik terhadap sentuhan pemakaiannya, dan juga berfungsi agar panas tidak menyebar langsung ke udara bebas.
Sedangkan pemegang setrika biasanya dari bahan yang tidak mengalirkan panas dan juga tidak mengalirkan arus listrik. Untuk itu bagian ini biasanya terbuat dari kayu, ebonit atau karat.

E. Terminal dan kabel penghubung
Terminal berguna untuk menghubungkan rangkaian dalam setrika dengan sumber tegangan dari kotak-kontak dinding, melalui kabel penghubung. Beberapa model setrika listrik menggunakan terminal yang merupakan tempat persambungan antara ujung kawat elemen yang disambung pada tusuk kontak (stiker) dengan kabel penghubung luar yang disambung pada kontra steker, sehingga pada saat tidak digunakan kabel penghubung dapat dilepas dan disimpan terpisah dari setrikanya.

F. Pengatur panas 
Setrika dengan pengatur panas otomatis menggunakan komponen tambahan berupa termostat yang tersusun dari bahan bimetal yaitu lempengan dua logam yang berbeda koefisien muai panjangnya, disatukan menjadi satu lempengan. Apabila lempengan logam ini terkena panas, maka salah satu jenisnya akan memuai lebih dahulu, sehingga lempengan tadi membengkok, yang arah bengkoknya ini kemudian dimanfaatkan untuk melepas/menghubungkan kontak, jadi bila panas berlebihan kontak memutus sehingga elemen pemanas tidak lagi dialiri arus listrik, tapi bila panasnya mulai rendah lagi kontak akan menghubung kembali dan arus listrik kembali mengali melalui elemen pemanas. Dengan demikian kondisi panas seterika dapat dipertahankan pada panas tertentu sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan tombol pengatur panas.

G. Pompa air 
Pada setrika yang menggunakan uap air mempunyai tabung air dan dilengkapi dengan pompa air.
Pompa air ini berfungsi untuk menyemprotkan air pada objek yang disetrika, terutama pada bahan yang tebal/katun, guna mendapatkan hasil setrika yang baik dan rapi.

0 komentar:

Poskan Komentar