Selasa, 23 Juli 2013

Tips Trik Menggunakan Oven Kompor

Filled under:

OVEN BIMA JAYA 38
(oden-houseware.com)
Oven kompor merupakan alternatif lain penggunaan oven listrik. Seperti halnya oven listrik, oven kompor memiliki perawatan yang hampir sama dengan oven listrik. Oven kompor dapat digunakan untuk membuat roti, cake dan kukis yang enak-enak. 
Kukis yang menggoda... :)
Kelemahan oven kompor ini yaitu tidak ada api atasnya, dan tidak bisa membuat lapis legit atau moscovis. Oven kompor tidak memiliki pengatur suhu dalam, namun bisa disiasati dengan cara membesarkan/mengecilkan api kompor. Beberapa oven kompor memiliki termometer yang terpasang di dalam oven. Oven kompor tidak memiliki timer seperti pada oven listrik, jadi pada saat memanggang kita sembari menunggu agar tidak gosong.

Tips menggunakan oven kompor versi Kang Pri Kepoh :
  • Gunakan kompor yang besarnya proporsional dengan besar Oven, agar hasil pembakaran bisa maksimal.
  • Pastikan letak oven tidak miring, supaya adonan kue yang akan dibakar juga tidak tebal sebelah.
  • Saat menggunakan oven, beri sedikit ruang antara dasar oven dengan atas kompor, supaya sirkulasi udara lancar dan perapian tidak terganggu.
  • Beri ruang di bagian belakang oven dengan dinding kalau emang ada dinding dibelakang oven, kira-kira 10 cm, ini untuk sirkulasi udara dalam oven.
  • Jika kompor dan oven berada di tempat terbuka, buatkan sekat², setidaknya menutup kiri-kanan-belakang oven, untuk melindungi aliran udara, agar nyala api terjaga. 
  • Saat beli loyang, sesuaikan dengan ukuran ruang dalam oven, bukan mengukur lebarnya oven dari luar
  • Suhu dalam oven, tergantung dari besar kecilnya nyala api.
  • Bisa saja, membesarkan nyala api, akan mempercepat kering bagian atas kue. 
  • Letakkan loyang berisi pasir yang merata di dasar bagian dalam oven, akan membantu meratakan panas bagian bawah.
  • Tetesan bahan makanan dalam oven, agar segera di bersihkan, karena akan menimbulkan asap yang akan menyebabkan bau angus, ini akan mempengaruhi aroma kue. Selain itu, tetesan bahan makanan ini akan mempercepat korosi bagian dasar oven.
  • Jika menggunakan kompor minyak tanah, pastikan kalau kompor ini terawat sumbunya, tidak menimbulkan jelaga yang akan membuat polusi bagian dalam oven dan merusak aroma kue.
  • Bersihkan kaca di pintu oven, dengan air sabun dan lap. Saat membersihkan, oven dalam keadaan suhu ruang agar kaca tidak pecah.
  • Perhatikan bentuk dan posisi pintu oven, karena beberapa kali pemakaian, bisa saja pintu akan sedikit menganga saat di tutup, ini salah satu sebab kematangan tidak merata.
  • Karena oven macam ini tidak dilengkapi termometer, beli termometer secara terpisah, yang bisa di gantung di dalam rak oven.

Trik tambahan :
Dalam pemakaian, jika kue terlihat telah kering bagian dasar atau pinggirnya, sementara bagian atasnya belum kering, bisa diakali dengan memindahkan kue di rak teratas dalam oven.
Jika bagian atas yang telah mengering lebih dulu, sementara bagian dalam belum (pakai test lidi), letakkan loyang berisi air, di rak atas (di atasnya kue) agar kue tidak menjadi lebih kering.
Jika kue tidak matang merata, salah satu sisi kering lebih dulu, maka kue sebaiknya di putar. kemungkinan ini diakibatkan nyala api yang tidak merata, atau letak oven yang berat sebelah.
Kalau tidak punya termometer, suhu bisa 'diraba' dengan lengan kita. caranya, masukkan lengan kita ke dalam oven segera setelah oven dibuka. hitung mengikuti detik jam. Kalau tangan kuat hingga hitungan ke 15, kesimpulannya suhu oven di bawah 180 derajat C. Kalau hanya kuat hingga hitungan ke 10, suhu 200 derajat atau lebih.

4 komentar:

  1. mau buat kue? jangan lupa untuk mengetahui macam-macam jenis oven biar tepat guna sis. :)

    BalasHapus
  2. Nice info,tks..oven jadul yg aku ga bisa move on..biarpun ada oven listrik :)

    BalasHapus
  3. Nice info,tks..oven jadul yg aku ga bisa move on..biarpun ada oven listrik :)

    BalasHapus